Malam ini penulis mengikuti pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh KMO Club. KMO Club merupakan singkatan dari Komunitas Menulis Online. Penulis bergabung atas ajakan seorang influencer pendidikan yang tak hentinya belajar dan mencari sebuah kebermaknaan. Influencer instagram tersebut adalah rizaltaufiqh dengan saluran berjudul Sharing Guru Pendidikan Agama Islam.
Tepat 24 Desember 2024 ajakan mengikuti KMO itu terjadi. Penulis merasa kagum dengan pernyataan beliau mengenai alasan jarang ngonten di Instagram. Intinya adalah fokus saat ini adalah belajar, belajar, dan belajar, mengapa ? Karena sebagai insan pendidik, fitrahnya adalah belajar. Asupan yang didapat dari membaca, nutrisinya diperoleh dari mencatat, dan energi yang dipakai untuk menulis. Kebiasaan membuat/mengkonsumsi konten selama ini membuat ia lebih banyak berekpektasi daripada belajar. Sehingga kalau kata gurunya, itu sudah melenceng jauh dari tugas kita sebagai pendidik dan pembelajar.
Penulis berkumpul di grup whatshapp kelompok 3 bersama Pj ibu Dahlia yang sangat humble dan sangat responsif. Hari ini adalah kelas perdana KMO bersama foundernya yang bernama Coach Tendi Murti. Melalui voice note beliau mendoakan semoga kita semua yang mengikuti pelatihan ini bisa selesai sampai akhir kelas KMO. Beliau mengawali dengan pertanyaan siapa saja yang sudah pernah menerbitkan buku melalui survei langsung di grup ? Penulis alhamdulilah sudah menerbitkan buku solo maupun antologi berkat inspirasi awal kelas OmJay di KBMN (Kelas Belajar Menulis Nusantara) PGRI pada tahun 2023. Sekarang penulis ingin mendalami lebih jauh lagi dunia kepenulisan yang sangat luas ini, karena jujur penulis sangat haus dengan dunia ini. Semoga kelak penulis bisa menciptakan buku yang menginspirasi bagi banyak orang dan tentunya bermanfaat luas.
Tendi Murti adalah seorang ghost writter dan co-writer. Dari bukan siapa-siapa menjadi orang yang inspiratif dalam membangun literasi di Indonesia melalui buku dan seminar. Tendi Murti baru saja membuat saluran whatshapp dalam berbagi ilmu kepenulisannya. Silahkan yang ingin bergabung dilink berikut ini https://whatsapp.com/channel/0029VaetJpvLSmbfb8hVHG1S
KMO sudah berjalan 9 tahunan, 120 ribu yang sudah terdaftar dan 75 ribu yang sudah lulus dalam pelatihan ini. KMO mempunyai target agar bisa melahirkan 1 juta penulis muda menulis tentang kebaikan.
Beliau melanjutkan dengan pertanyaan mengapa ingin menulis ? Bagi penulis, alasannya simple agar bisa menjadi teladan literasi kepada siswa/i yang sedang kita ajari di sekolah dan memberikan wawasan bahwa menulis itu adalah surga hati.
Buat Bapak Tendi Murti menulis itu adalah sebuah legacy, bagaimana bisa meninggalkan warisan berupa karya, ide kepada keturunan yang harapannya agar bisa mendapat manfaat dari apa yang dituliskan. Selain itu, tulisan itu akan dibaca oleh banyak orang dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi orang yang membacanya dalam mengahdapi tantangan kehidupan melalui apa yang beliau tulis.
Jika sudah niatnya begitu, menulis bukan hanya ngobrolin tentang hobi, uang, dan lain-lain namun sebagai perbaikan. Sebuah tulisan dapat mengubah cara berpikir, tingkah laku seseorang bahkan menulis dapat membunuh seseorang. Semakin tulisan itu mengigit, semakin berpengaruh lah bagi yang membaca tulisan tersebut.
Maka materi malam ini adalah menulis mengubah peradaban. Menulis itu gampang, namun tidak semua media sosial mengajarkan tentang mengapa kita menulis, itu yang membedakan antara penulis yang menulis tentang kebaikan atau penulis yang memuaskan hasrat menulisnya.
Peradaban sendiri adalah impian. Menulis adalah tentang cara merubah cara pikir orang, mengubah paradigma seseorang terhadap sesuatu. Kita bayangkan jika ada satu juta pemuda menulis mengenai kebaikan,lalu mereka menyebarkan pemikiran mereka mengenai perbaikan, dari tulisan tersebut menjadi ilmu lalu menjadi pola berpikir individu yang membacanya, pembacanya menjadi komunal, komunal tersebut yang merubah cara berpikir sebuah ekosistem manusia dan itulah yang terjadi jika banyak yang menulis kebaikan ataupun kurang baik.
Menulis mengubah peradaban benar-benar akan berpengaruh pola pikir sebagai masyarakat. Menurut data ada sekitar 6 milyar konten yang dihasilkan dari media sosial. Kita tidak bisa menghentikan hal-hal yang kurang baik dari konten tersebut. Coba kita bayangkan ketika kita mempunyai anak yang selalu melihat hal-hal tersebut secara berulang dan tertancap di alam bawah sadar mereka maka yang terjadi adalah menjadi kebiasaan dan ini menjadi berbahaya sekali. Oleh karena itu tujuan dari menulis adalah kebaikan, minimal kebaikan untuk anak-anak kita.
Bahkan 2 tahun belakang hingga sekarang sedang populer mengenai AI. AI dapat mengubah wajah, tubuh kita menjadi hal yang tak baik, itu adalah hal yang sangat membahayakan. Tantangan penulis zaman sekarang menjadi berat, namun hal itu harus menjadi energi kita untuk memproduksi konten yang baik, tulisan yang baik, dan buku-buku yang bermanfaat.
Menulis itu hanya teknis-teknis saja, hal yang tak mudah adalah bagaimana tulisan kita berasal dari cara berpikir yang benar.
SAYA MENGIZINKAN DIRI SAYA UNTUK MENJADI SEORANG PENULIS, MENULIS MINIMAL 1 BUAH BUKU MENJADIKANNYA BEST SELLER ATAU LEBIH DARI PADA ITU.
Ini merupakan simulasi sugesti dari Bapak Tendi Murti untuk didengarkan dan praktikan. Pernyataan sugesti tersebut adalah inti dari materi malam ini. Malam ini kita berikrar kepada diri kita sendiri bahwa kita menjadi seorang penulis hanya tentang kebaikan , mengapa ? Karena kebaikan menjadi amal jariah, sedangkan keburukan dapat menjadi amal jariah juga kepada pembaca kita.
Pelajaran lainnya dari sugesti tersebut adalah mengizinkan kepada diri kita sendiri dalam hal ini menjadi penulis. Menjadi penulis adalah titik awal dari karya-karya yang akan kita terbitkan dan sebarkan untuk kebaikan-kebaikan pembacanya.
Hal yang luarbiasa dari penulis adalah mendapatkan rasanya menjadi penulis, maka tulisan kita akan tajam dan bernyawa. Kita sering membaca buku yang isinya hambar, mengapa ? Karena penulisnya hanya ingin menyampaikan ilmunya tanpa memasukkan unsur hati. Maka malam hari ini kita meyakinkan pada diri untuk nyaman, tenang, senang menjadi penulis dengan mengizinkannya kepada diri. Tulisan yang datang dari hati, maka akan sampai ke hati pembacanya.
Ketika buku kita dikritisi oleh orang, maka sebenarnya itu adalah hal yang patut disyukuri, mengapa ? Karena buku kita dibaca. Oleh karena itu kita harus tetap semangat dan menjadikan kritikan sebagai bumbu dalam perjalanan menjadi penulis yang bermanfaat.
Penulis adalah profesi yang mandiri. Karena tidak ada penulis yang pensiun oleh orang lain, penulis pensiun oleh dirinya sendiri. Oleh karena itu diawali dengan ikrar sugesti diatas dapat membuat kita tangguh menjadi penulis dengan segala tantangannya. Pastikan tulisan kita memberikan manfaat kepada orang lain.
Buku dapat mengubah peradaban hingga saat ini. Seperti buku berjudul Das Kapital karya Karl Marx (terlepas apakah buku itu merusak atau tidak) , Origin of Species karya Charles Darwin, Canon of Medicine karya Ibnu Sina, Di Bawah Bendera Revolusi karya Bung Karno, dan lainnya. Dari deretan buku tersebut ternyata dapat merubah cara berpikir orang.
Bapak Tendi mengilustrasikan cerita nyata dari negara Jepang. Tokoh tersebut bernama Aya yang diambil dari film. Aya anak SMP yang sedang menuju SMA. Kepribadiannya sangat riang, dan semangat belajarnya namun ia dihadapkan dengan penyakit yang sangat langka. Sehingga perlahan demi perlahan fungsi tubuhnya mulai menghilang, akhirnya ia mengalami kelumpuhan total. Namun hal yang menarik ia menulis diary dari awal ia sakit hingga ia meninggalkan berjilid buku diary. Ketika ia meninggal buku diary tersebut dapat memberi banyak manfaat dari tulisan tersebut. Dari situ banyak yang terinspirasi dan orang-orang yang mengalami seperti ia ingin tetap melanjutkan hidupnya. Film tersebut berjudul Ichi Litre No Namida.
Tak ada cara yang instan, yang akan menjadi pemenang adalah ia yang bertahan sampai akhir.
Pertanyaan 1
Nama : Ani Dwi Yanti
Kelompok / PJ : 1/Fitri Usman
Pertanyaan : Kang bagaimana jika kita menulis untuk kebaikan (membeberkan fakta, dan ingin perubahan sistem pemerintahan misalnya) tapi pada kenyataannya banyak yang kontra bahkan membenci tulisan kita, dan akhirnya kita diblacklist. Bagaimana cara menyikapinya? Apakah tetap menulis dan memilih di jalur aman? Atau tetap menyampaikan opini kebenaran meski banyak dibenci?
Jawaban : Pertama adalah mengetahui target marketnya, sehingga kita dapat tahu mau menulis apa atau ketika sudah tahu menulis mengenai yang kita buat ada yang membenci kita, maka jangan lupa juga bahwa ada yang pro tentang tulisan kita. Hal terpenting adalah jangan sampai tulisan kita mendatangkan keburukan bagi orang lain. Kebenaran tetap kebenaran namun sampaikan dengan cara elegan seperti syair, novel seperti bang Tere Liye. Jadi tulis saja, jika masih khawatir tentang kebencian maka asalkan tulisan itu berupa kebaikan jangan pernah takut, tinggal bagaimana mengemas tulisan itu baik dan mampu membuka pikiran orang lain.
Pertanyaan 2
Perkenalkan, saya
Nama : Olivia
PJ/Kelompok : Nanda/2
Izin bertanya,
Isi pertanyaan :
Sejauh mana KMO Indonesia memastikan bahwa penulis pemula terlindungi dari potensi eksploitasi karya, mengingat adanya kekhawatiran bahwa kebanyakan komunitas menulis lebih menekankan pada aspek komersial daripada perlindungan hak cipta dan pengembangan kreatif?
Jawaban : Hak cipta dari KMO belum punya ahli hukum yang disewa untuk menjaga hak cipta penulis. KMO ini dari 2015 tujuannya menyadarkan menulis adalah berupa kebaikan. Di KMO belum ada masalah seperti itu. Paling penting adalah kesadaran kita untuk tidak plagiat tulisan orang lain.
Pertanyaan 3
Nama : Karisma
PJ/Kelompok : Putri Relisya/Kelompok 10
Pertanyaan:
1. Bagaimana melatih kekonsistenan untuk bisa menulis ditengah kepadatan pekerjaa.
2. Idealnya untuk menulis setiap hari berapa kata/lembar agar bisa memicu motivasi dan konsisten untuk menulis tiap hari, utamanya jika saat dikejar deadline.
Jawaban : Untuk melatih itu KMO ada program sarapan kata. Ketika semua materi selesai, peserta mengikuti sesi program sarapan kata, nanti dibantu Pjnya ,menulis selama 1 bulan untuk membangun konsistensi. Nanti disarapan kata pada awalnya dipaksa menulis sebanyak 500 kata. Jika sudah konsisten bisa menjapai 1000 kata atau 2000 kata.


Komentar
Posting Komentar