Menemukan Ide Menulis

Tadi malam penulis melaksanakan kegiatan Isra Mi'raj di Banjarmasin dan bersamaan pelatihan menulis KMO yang sangat menarik. Malam tadi materi yang dibahas adalah mengenai Menemukan Ide Menulis (Mengungkap Rahasia Menemukan Ide yang Bertebaran Menjadi Tulisan) oleh M. Anhar, S.PI, ME. Beliau tinggal di Bogor Selatan. Pada CV beliau menerangkan bahwa beliau adalah seorang dosen di IPB dan memiliki Rumah Qur'an Ar-Risalah di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor dan mempunyai banyak karya buku maupun jurnal.

Tak selang kemudian beliau bertanya di Whatshap Grup, apa yang kita rasakan setelah memposting ikrar peristiwa di media sosial ? Tentu bagi penulis hal yang pertama adalah kaget. Kaget karena baru pertama kali memposting sebuah ikrar berupa komitmen disaksikan ratusan bahkan ribuan pengikut kita. Namun, penulis mengambil sisi positifnya adalah sebagai penguat komitmen kita dan setiap pasang mata yang melihat hal tersebut anggap saja mendoakan kesuksesan aktivitas kita. Pertanyaan berikutnya adalah siapa yang dijadilan role model dalam menulis ? Penulis sebenarnya baru menulis, sejak 2023 di KBMN PGRI. Adapun role model penulis adalah tentunya OmJay, Raditya Dika, Tere Liye, dan Ahmad Rifa'i Rivan.

Setelah materi pertama sebelumnya, apakah semakin termotivasi untuk menjadi penulis atau merasa pilihan menjadi penulis adalah pilihan tak tepat atau lainnya ? Kalau penulis sendiri merasa semakin termotivasi, karena ingin berkontribusi manfaat melalui dunia menulis baik itu ide dan harapan. Penulis pernah dengar suatu quotes bahwa tulisan akan abadi walaupun jasad telah pergi dari bumi.

Pemateri menjelaskan mengenai ide dan tema. 

Ide diartikan sebagai gagasan; cita-cita; rancangan yang tersusun di dalam pikiran.

“ide /idé/ n rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita: ia mempunyai — yang bagus, tetapi sukar dilaksanakan.”

Sedangkan pengertian dari tema:

“te•ma /téma/ n pokok pikiran; dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, menggubah sajak, dsb):” — sandiwara ini ialah “yg keji dan yg jahat pasti akan kalah oleh yg baik dan mulia”;

ber•te•ma n mempunyai tema: perkembangan seni vokal yang ~ “serius” mulai dapat bernapas kembali;

ber•te•ma•kan v berdasarkan (berlandaskan) tema: pesta olahraga itu ~ “di dalam badan terdapat jiwa yang sehat.”

Selain definisi di atas, tema bisa juga diartikan:

1. Dasar sebuah cerita atau pandangan hidup yang membangun gagasan utama dalam suatu karya sastra.

2. Sesuatu yang menjadi persoalan atau pikiran utama.

3. Pokok pikiran.

4. Central idea (ide utama) dan central purpose (tujuan utama) dalam sebuah cerita yang diterangkan dengan cara yang sederhana.

5. Gagasan umum atau dasar cerita dari sebuah novel.

Pemateri pun bertanya, kira kira apa sih contoh ide dan tema ? Menurut hemat penulis contoh ide adalah menciptakan pendidikan yang berkualitas dan bermutu, untuk temanya adalah Guru Pilar Pendidikan Era Teknologi. Pemateri pun menambahkan bahwa ide bersifat umum, sedangkan tema bersifat lebih khusus.

Cara umum mencari ide atau tema yakni ;

  1. Banyak baca : Membaca apapun, walaupun hanya membaca berita atau stiker, itu dapat mengembangkan ide ataupun tema. Jangan membatasi bacaan, jika kita belum punya ide atau tema, maka baca apapun. Namun jika sudah punya ide atau tema yang kita pilih maka bacanya lebih ada target, terarah. Baca hal tema atau ide yang sudah kita pilih. Namun banyak baca ini mempunyai makna lain seperti banyak mengamati, banyak menonton, dan lain-lain. Membaca adalah senjata utama penulis. Banyak membaca dapat membuat memperkaya tulisan kita atau pembendaharaan kata kita. Jadi, membaca sangat penting. Penulis harus cinta membaca.
  2. Banyak dengar : Jika ada ide atau tema yang sudah dipilih maka dengarlah hal-hal yang berkaitan dengan pilihan kita. Apalagi sekarang banyak podcast yang khusus sesuai temanya, jadi manfaatkan mata dan telinga kita untuk hal tersebut. Kalaupun misalnya kita belum ada ide atau tema maka silahkan dengarkan apapun bahkan tetangga menggosip sekalipun. 
  3. Pakai Hati : Fungsi dari ini adalah untuk menyaring, memilih, apa yang didengar,dibaca,dilihat,dan diamati untuk dipilih menjadi ide atau tema. Baik itu bentuknya fiksi ataupun non fiksi, cerpen,essay, ataupun yang lainnya. 
Ada lima teknik yang bisa kita gunakan untuk menggali ide ataupun tema yakni ;

  1. Melihat kebutuhan pasar : Tujuan menulis adalah untuk dilihat orang lain bukan untuk dibaca sendirian maka bisa melakukan survey melihat orang-orang sekitar ataupun lebih luas sukanya baca buku apa? atau ide apa yang sekarang sedang disenangin seperti politik, budaya, ekonomi, dan lain-lain. Hal itu dapat kita manfaatkan melalui media sosial. Membuat survey di instagram kah, atau facebook kah, dan lainnya. Namun, sisi kelemahan dari kebutuhan pasar ini adalah ketika kita telat untuk melaunching buku kita maka pembaca akan sedikit. Misalnya sekarang yang lagi ramai adalah pagar laut berkaitan tentang boleh tidak laut dimiliki seseorang, nah ini lagi ramai. Bisa saja membuat tulisan itu menggunakan bentuk apapun, tetapi jangan lama-lama launchingnya. Namun tidak semua juga harus sesuai kebutuhan pasar, karena ada tulisan yang laku sepanjang masa.
  2. Observasi diri : Kita melakukan pendalaman diri apa sih yang bisa dijadikan ide atau tema tulisan. Menggali lebih dalam diri sendiri untuk menemukan hal tersebut. Misalnya idenya bisa dari hobi menggambar, nanti temanya bisa menuliskan teknik-teknik menggambar dan lain sebagainya. Hobi, kekurangan, bahkan kelebihan diri kita  dapat menjadi sumber tulisan.
  3. Menggunakan Panca Indra : Kita memaksimalkan mata, telinga, hidung, kulit kita untuk mendatangkan ide dan tema.
  4. ATM (Amati Tiru Modifikasi) : Hal ini sangat cocok bagi pemula untuk belajar menulis, misalkan ambil satu cerpen, coba membuat cerpen yang sama kemudian lakukan modifikasi dengan menggunakan kata yang sama namun berbeda. Seperti kata harus diganti kata wajib atau lainnya. Jadi ATM ini menjadi latihan untuk membuat karya tulis sesuai dengan contoh tetapi harus ada modifikasi. 
  5. True Story : Kita menuliskan cerita nyata yang terjadi. Namun dalam True Story tidak semuanya kita tuliskan, hanya satu atau dua bagian saja dan kita kembangkan sendiri. Karena bisa jadi bagi pembaca tidak semuanya menarik namun hanya satu atau dua bagian saja. Hal ini cara paling mudah. 

Pertanyaan

Nama/Kel/PJ :08/Yullia F.
Pertanyaan : Adakah teknis atau metode mudah menuangkan ide yang masih ada dalam fikiran ke sebuah tulisan, ini rasanya seseorang yang banyak ingin mengungkapkan sesuatu hal di pikiran, tapi mulut sulit sekali untuk mulai mengatakan.
Jawaban : Langsung ditulis saja, bisa dengan buku kecil atau di handphone, ketika ide muncul langsung tulis. Setelah itu cari satu waktu untuk melihat semua catatan tersebut, lalu putuskan mana yang digunakan sebagai tulisan.

Nama : Karisma 
Izin bertanya : Untuk bisa menarik perhatian pembaca diperlukan alur cerita yang menarik dari ide-ide yang dikembangkan. Oleh karena itu, bagaimana kita seorang penulis bisa membuat para pembaca bisa mengerti atau memiliki satu sudut pandang yang sama sehingga maksud dari ide cerita yang kita angkat dapat tersampaikan kepada pembaca karena setiap penulis pasti merasa yakin cerita yang disampaikan sangat menarik tetapi sudut pandang tersebutlah yang terkadang menjadi krusial.
Jawaban : Salahsatu caranya adalah belajar menulis terus-menerus. Lalu kita posting di media sosial atau aplikasi menulis, dan kita lihat respon pembaca, sebenarnya sama tidak dengan POV kita sehingga jika beda, buatlah tulisan yang baru. Bisa menggunakan kata-kata yang simple, dan lebih mudah, jadi maksud yang ingin disampaikan dapat dipahami pembaca.

Nama : Danil
Izin bertanya : Bagaimana jika kita sudah mulai menulis namun terhenti dipertengahan tulisan kita karena bingung mau lanjutkan bagaimana dan akan mengakhiri ceritanya seperti apa? Biasanya terjadi seperti ini, sehingga tulisan itu tidak diselesaikan🙏
Jawaban : Refeshing. Refeshing bisa mencari referensi. Namun refeshing tersebut harus ada target sehingga tidak terlalu lama berhenti menulisnya.

Nama : riesta
Izin bertanya : Sejauh mana kita bisa mengambil ide dari orang lain -supaya tidak termasuk plagiarisme?
Jawaban : Ide itu pasti selalu sama. Tema lah yang bisa membedakan antara satu orang dengan orang lainnya. 

Nama: Kisia
Pertanyaan: Ide bisa sama, Tema bisa serupa, bagaimana cara membuat tulisan kita bisa berbeda dengan tulisan org lain walau dengan ide dan tema yang sama?
Jawaban : POV(Sudut pandang) dibedakan dan dikembangkan.

Nama: Mutia Salsabila putri 
Pertanyaan: bagaimana cara membuat novel dengan cerita yg menarik dan memakai hati dalam proses penulisnya sementara orang yang membuat novel tersebut sangat sulit untuk merasakan emosi?
Jawaban : Banyak baca dan melatih emosi. Belajar merasakan emosi.

Nama : Siti Zulfia
Izin bertanya :
Terkadang kita sudah menemukan ide bahkan alur kisah yang ingin ditulis dipikiran, tetapi seringkali saat ingin dituliskan malah bingung cara memulainya dari mana, atau kadang saat sudah menulis ditengahnya kita kehilangan arah untuk mengembangkan. Bagaimana cara mengatasinya, kang?
Jawaban : Mulai saja dulu, tulis satu kata atau satu kalimat, biarkan dia mengalir. Lalu manfaatkan refeshing namun jangan terlalu lama.

Komentar